Sabtu, 12 Oktober 2013

EYD DAN TANDA BACA

Sekarang gw (saya) udah(sudah)  semester 6, gak (tidak) berasa (terasa) juga sih padahal kayak (seperti) baru kemarin masuk dunia perkuliahan. Ketika semester 6 mulai pikiran udah (sudah) mulai bekerja kira-kira Penulisan Ilmiah (PI)  apa yah (saja) yang nanti mau gw (saya) tulis. Mungkin itu menjadi isi pikiran dari semua mahasiswa Gunadarma yang seangkatan (diangkatan) sama gw(saya) akhirnya ruang PI di perpustakaan J1 Kalimalang menjadi petunjuk bagus soalnya hampir semua PI(Penulisan Ilmiah) mahasiswa Kalimalang ada di sana. Buat masuk ruang PI ada jamnya ternyata, tiap(setiap) mahasiswa mesti(wajib) membawa KTM dan hanya dijatahin 1 jam aja(saja) setiap hari. Sebenarnya sih kurang banget waktu 1 jam(waktu yang diberikan hanya 1 jam saja), tapi mesti(harus) gw(saya) manfaatin(manfaatkan) sebaik mungkin. Untuk jamnya biasanya sih gw(saya) masuk sesi 1 yang jam 09.30 – 10.30 soalnya ruang PI belum terlalu ramai, jadi bisa konsen(berpikir) buat(untuk) baca-baca(membaca) PI kakak kelas.

2 Minggu setelah masuk kuliah semester 6 baru deh pembagian Dosen Pembimbing (DP) untuk tiap(setiap) kelasnya, kalau kelas gw(saya) kebetulan Cuma(hanya) kebagian 2 DP aja(saja) yaitu Bu(Ibu) Early dan Bu(Ibu)Eva. Jadi kira-kira 1 DP menangani 20 mahasiswa, kebetulan kelas gw(saya) jumlahnya semua ada 40 mahasiswa. Waktu pertemuan bimbingan atau konsul Cuma(hanya) dijatahin(diberikan waktu) 2 jam mata kuliah setiap minggunya. Setelah pembagian DP ternyata gw(saya) dapet(dapat) DP Bu(Ibu) Early yang kebetulan pernah mengajar kelas gw (saya) semester 5 kemarin, jadi udah(sudah) kenal.

Seminggu sebelum jadwal konsul dimulai gw(saya) udah(sudah) mempertimbangkan beberapa judul yang kira-kira gw(saya) minat dan menarik buat (untuk) ditulis. Berdasarkan nasehat dari Bu(Ibu) Erny yaitu dosen Riset Akuntansi, PI yang kita tulis harus yang benar-benar kita sukai dan minat buat (untuk) ditulis karena akan mudah bagi kita untuk memulainya. Benar-benar nasehat yang membangun. makasih ya Bu!!(Terima kasih Ibu)

Akhirnya gw(saya) memutuskan untuk menulis “Analisis Sumber dan Penggunaan Modal Kerja”, karena selain pernah dapet(dapat) materi ini waktu semester-semester kemarin juga dapet(dapat) materi ini waktu praktikum. Jadi udah(sudah) lumayan(sedikit) paham tentang materi ini. Awalnya gw(saya) pengen(ingin) objek penelitiannya pada koperasi, karena gw(saya) udah(sudah) nemuin(menemukan) banyak buku mengenai koperasi, tapi karena data koperasi gak(tidak) bisa kita dapetin lewat internet tapi(tetapi) harus minta dan survey ke koperasi akhirnya gw(saya) mutusin(memutuskan) buat(untuk) ambil(membuat) objek penelitian pada perusahaan yang go public aja(saja). Selain bisa dapet(dapat) Laporan Keuangan lewat(melalui) internet juga bisa menghemat waktu, uang dan tenaga juga.
Minggu pertama konsul Bu Early memberikan arahan mengenai awal penulisan ilmiah dari cara penulisan juga hal-hal lainnya seperti bagaimana cara membuat rumusan masalah, objek penelitian itu seperti apa baiknya. Pokoknya banyak informasi yang bakal kita dapet dari DP saat awal pertemuan.
Minggu ke-2 konsul syukurlah bab 1 yang berisi Rumusan Masalah, Latar Belakang, Data atau Variabel dll di ACC sama DP, gw(saya) jadi semakin semangat buat(untuk) nyelesain(menyelesaikan) PI walapun banyak tugas kuliah dan praktikum juga. Tapi(tetapi) gw(saya) punya target bahwa PI harus selesai semester ini, akan membuang waktu, tenaga dan uang juga kalau PI ditunda dan harus disambung semester depan.

Lanjut ke bab 2 yang berisi tinjauan pustaka dari buku-buku referensi yang gw(saya) dapet(dapat), inget banget deh(ingat sekali) waktu mulai ngetik bab 2 itu pas(waktu) libur gw(saya) bisa ngetik(mampu mengetik) seharian penuh dari pagi jam 8 sampai magrib jam 6. Terus lanjut lagi jam 8 malem sampai jam 11 malem. Badan selain pegel-pegel, kepala juga pusink(pusing) karena terlalu lama di depan komputer, tapi(tetapi) harus tetap semangat ngerjain(mengerjakan) PI!!!(Penulisan Ilmiah.)

Setelah bab 2 rampung (setelah Bab 2 selesai) dan udah(sudah) dicek(diperikasa) dan direvisi lagi karena terdapat beberapa penulisan yang kurang tepat seperti penulisan definisi di mana harus memakai pengarang buku yang kita ambil kemudian tahun dan halaman buku seperti “Munawir (2010;25)” bab 2 akhirnya selesai juga dan bisa lanjut lagi ke bab 3. Fighting…Fighting!!!

Bab 3 mengenai metodologi penelitian di mana gw(saya) menceritakan tentang profile perusahaan, dari sejarah berdirinya, struktur organisasi, nilai budaya perusahaan, pokoknya banyak yang bisa kita tulis berdasarkan informasi yang kita dapet dari web perusahaan yang menjadi objek penelitian kita. Buat bab 3 setelah di cek(periksa) sama DP ternyata gak ada(tidak ada) kesalahan sama sekali, syukurlah jadi bisa lanjut ke bab 4.

Nah inilah(Disini puncaknya dari gw(saya) ngerjain(mengerjakan) PI di mana gw(saya) harus mengolah data yang cukup banyak dari Laporan Neraca dan Laporan Laba Rugi selama 3 periode. Awalnya terdapat hambatan kecil di mana nominal laporan keuangan dari objek penelitian gw(saya) itu sampai triliyun. Oh My God…!!(ya allah,) pakai kalkulator 12 digit aja gak(saja tidak) cukup, akhirnya gw(saya) putusin buat(memutuskan untuk) pakai (memakai) kalkulator di komputer. Syukurlah bisa dan akhirnya dalam waktu 2 minggu penyelesaian bab 4 udah(sudah) beres(selesai).
Semangat saling memotivasi, membantu dan mendukung sesama teman sekelas 3EB13, membuat gw(saya) semakin semangat buat ngrjain(untuk mengerjakan) PI. Bab 4 udah rampung (sudah selesai) akhirnya lanjut ke bab 5 di mana membuat kesimpulan dan saran, untuk kesimpulan bisa kita ambil dari jawaban atas rumusan masalah yang udah kita buat di bab 1. Juga buat kesimpulan itu gak(tidak) boleh terlalu banyak dan bertele-tele (membuang waktu), cukup yang ringkas aja(saja) kata DP.

Setelah menuju akhir-akhir waktu konsul buat mahasiswa, di mana itu terdapat 8x pertemuan buat konsul sama DP. setelah semua rampung akhirnya gw(saya) tinggal buat kata pengantar, cover, daftar isi, lampiran, lembar pengesahan, lembar originalitas dll. Di minggu kemarin syukurlah akhirnya gw(saya) dapet(dapat) SK dari DP buat persetujuan sidang. Walaupun masih ada beberapa hal yang harus direvisi setelah dikroscek(diperiksa) lagi dari bab 1 sama DP, tapi gw(tetapi saya) seneng(senang) akhirnya perjuangan gw udah(saya sudah) mulai keliatan hasilnya. Temen-temen sekelas juga banyak yang dapet juga kemarin(dapat kemaren). Walapun masih ada beberapa yang belum dapet(tidak dapat) SK tapi kalian(tetapi mereka) harus tetap semangat yang teman!!!!(harus tetap semangat.) 

Akhirnya bisa sedikit lega(tenang) di mana gw(saya) tinggal mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk mengikuti sidang, mudah-mudahan semua lancar tanpa hambatan berarti dan mendapat hasil yang memuaskan untuk Penulisan Ilmiah ini.


Sabtu, 05 Oktober 2013

Ragam Bahasa

Ragam bahasa adalah variasi bahasa atau tuntutan pemakaian yang berbeda-beda menurut tempat, topik, penutur, sarana/ medium pembicaraan, dan sebagainya. Adanya ragam bahasa Indonesia disebabkan oleh perkembangan masyarakat (konteks sosial).

Ragam Bahasa Indonesia berdasarkan media
Di dalam bahasa Indonesia disamping dikenal kosa kata baku Indonesia dikenal pula kosa kata bahasa Indonesia ragam baku, yang sering disebut sebagai kosa kata baku bahasa Indonesia baku. Kosa kata baku bahasa Indonesia, memiliki ciri kaidah bahasa Indonesia ragam baku, yang dijadikan tolak ukur yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan penutur bahasa Indonesia, bukan otoritas lembaga atau instansi didalam menggunakan bahasa Indonesia ragam baku. Jadi, kosa kata itu digunakan di dalam ragam baku bukan ragam santai atau ragam akrab. Walaupun demikian, tidak menutup kemungkinan digunakannya kosa kata ragam baku di dalam pemakian ragam-ragam yang lain asal tidak mengganggu makna dan rasa bahasa ragam yang bersangkutan.

Suatu ragam bahasa, terutama ragam bahasa jurnalistik dan hukum, tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan bentuk kosakata ragam bahasa baku agar dapat menjadi panutan bagi masyarakat pengguna bahasa Indonesia. Perlu diperhatikan ialah kaidah tentang norma yang berlaku yang berkaitan dengan latar belakang pembicaraan (situasi pembicaraan), pelaku bicara. Ragam bahasa Indonesia berdasarkan media dibagi menjadi dua yaitu :
          
a)      Ragam bahasa lisan
Adalah ragam bahasa yang diungkapkan melalui media lisan, terkait oleh ruang dan waktu sehingga situasi pengungkapan dapat membantu pemahaman. Ragam bahasa baku lisan didukung oleh situasi pemakaian. Namun, hal itu tidak mengurangi ciri kebakuannya. Walaupun demikian, ketepatan dalam pilihan kata dan bentuk kata serta kelengkapan unsur-unsur  di dalam kelengkapan unsur-unsur di dalam struktur kalimat tidak menjadi ciri kebakuan dalam ragam baku lisan karena situasi dan kondisi pembicaraan menjadi pendukung di dalam memahami makna gagasan yang disampaikan secara lisan. Pembicaraan lisan dalam situasi formal berbeda tuntutan kaidah kebakuannya dengan pembicaraan lisan dalam situasi tidak formal atau santai. Jika ragam bahasa lisan dituliskan, ragam bahasa itu tidak dapat disebut sebagai ragam tulis, tetapi tetap disebut sebagai ragam lisan, hanya saja diwujudkan dalam bentuk tulis. Oleh karena itu, bahasa yang dilihat dari ciri-cirinya tidak menunjukkan ciri-ciri ragam tulis, walaupun direalisasikan dalam bentuk tulis, ragam bahasa serupa itu tidak dapat dikatakan sebagai ragam tulis.
Ciri-ciri ragam lisan :
- Memerlukan orang kedua/teman bicara;
- Tergantung situasi, kondisi, ruang & waktu;
      - Hanya perlu intonasi serta bahasa tubuh.
- Berlangsung cepat;
- Sering dapat berlangsung tanpa alat bantu;
      - Kesalahan dapat langsung dikoreksi;
- Dapat dibantu dengan gerak tubuh dan mimik wajah serta intonasi.

Yang termasuk dalam ragam lisan diantaranya pidato, ceramah, sambutan, berbincang-bincang,
dan masih banyak lagi. Semua itu sering digunakan kebanyakan orang dalam kehidupan sehari
hari, terutama ngobrol atau berbincang-bincang, karena tidak diikat oleh aturan-aturan atau cara
penyampaian seperti halnya pidato ataupun ceramah.


b)      Ragam bahasa tulis
Ragam bahasa tulis adalah bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya. Dalam ragam tulis, kita berurusan dengan tata cara penulisan (ejaan) di samping aspek tata bahasa dan kosa kata. Dengan kata lain dalam ragam bahasa tulis, kita dituntut adanya kelengkapan unsur tata bahasa seperti bentuk kata ataupun susunan kalimat, ketepatan pilihan kata, kebenaran penggunaan ejaan, dan penggunaan tanda baca dalam mengungkapkan ide.

Contoh dari ragam bahasa tulis adalah surat, karya ilmiah, surat kabar, dll. Dalam ragam bahsa tulis perlu memperhatikan ejaan bahasa indonesia yang baik dan benar. Terutama dalam pembuatan karya-karya ilmiah.

Ciri Ragam Bahasa Tulis :

- Tidak memerlukan kehadiran orang lain.
- Tidak terikat ruang dan waktu
- Kosa kata yang digunakan dipilih secara cermat
- Pembentukan kata dilakukan secara sempurna,
- Kalimat dibentuk dengan struktur yang lengkap, dan
- Paragraf dikembangkan secara lengkap dan padu.
- Berlangsung lambat
- Memerlukan alat bantu

Variasi Bahasa dari Segi Penutur
a.Variasi bahasa idiolek adalah variasi bahasa yang bersifat perorangan.
b.Variasi bahasa dialek adalah variasi bahasa dari sekelompok penutur yang jumlahnya relatif, yang berada pada suatu tempat, wilayah, atau area tertentu.
c. Variasi bahasa kronolek atau dialek temporal adalah variasi bahasa yang digunakan oleh sekelompok sosial pada masa tertentu.
d.Variasi bahasa sosiolek adalah variasi bahasa yang berkenaan dengan status, golongan, dan kelas sosial para penuturnya. Variasi bahasa ini menyangkut semua masalah pribadi para penuturnya, seperti usia, pendidikan, jenis kelamin, pekerjaan, tingkat kebangsawanan, keadaan sosial ekonomi, dan lain sebagainya.
  • Variasi bahasa berdasarkan usia yaitu variasi bahasa yang digunakan berdasarkan tingkat usia.
  • Variasi bahasa berdasarkan pendidikan, yaitu variasi bahasa yang terkait dengan tingkat pendidikan si pengguna bahasa.
  • Variasi bahasa berdasarkan jenis kelamin adalah variasi bahasa yang terkait dengan jenis kelamin dalam hal ini pria atau wanita.
  • Variasi bahasa berdasarkan profesi, pekerjaan, atau tugas para penutur.
  • Variasi bahasa berdasarkan tingkat kebangsawanan adalah variasi yang terkait dengan tingkat dan kedudukan penutur (kebangsawanan atau raja-raja) dalam masyarakatnya.
  • Variasi bahasa berdasarkan tingkat ekonomi para penutur.
1)   Akrolek adalah variasi sosial yang dianggap lebih tinggi atau lebih bergengsi dari variasi sosial lainya;
2)  Basilek adalah variasi sosial yang dianggap kurang bergengsi atau bahkan dipandang rendah;
3)  Vulgar adalah variasi sosial yang ciri-cirinya tampak pada pemakai bahasa yang kurang terpelajar atau dari kalangan yang tidak berpendidikan;
4)  Slang adalah variasi sosial yang bersifat khusus dan rahasia;
5)  Kolokial adalah variasi bahasa yang digunakan dalam percakapan sehari-hari yang cenderung menyingkat kata karena bukan merupakan bahasa tulis;
6)   Jargon adalah variasi sosial yang digunakan secara terbatas oleh kelompok sosial tertentu;
7)   Argot adalah variasi sosial yang digunakan secara terbatas oleh profesi  dan bersifat rahasia;
8)   Ken adalah variasi sosial yang bernada memelas, dibuat merengek-rengek penuh dengan kepura-puraan.

2.       Variasi Bahasa dari Segi Pemakaian
  • Variasi bahasa berkenaan dengan pemakaian atau fungsinya disebut fungsiolek atau register adalah variasi bahasa yang menyangkut bahasa itu digunakan untuk keperluan atau bidang apa.
  • Variasi bahasa dari segi pemakaian ini yang paling tanpak cirinya adalah dalam hal kosakata.
3.       Variasi Bahasa dari Segi Keformalan
  • Gaya atau ragam beku adalah variasi bahasa yang paling formal, yang digunakan pada situasi-situasi hikmat.
  • Gaya atau ragam resmi adalah variasi bahasa yang biasa digunakan pada pidato kenegaraan, rapat dinas, surat-menyurat, dan lain sebagainya.
  • Gaya atau ragam usaha atau ragam konsultatif adalah variasi bahasa yang lazim dalam pembicaraan yang berorientasi pada hasil atau produksi.
4.       Variasi Bahasa dari Segi Sarana
Ragam bahasa ini lazim dibagi atas ragam lisan dan ragam tulisan. Ada dua hal yang perlu diperhatikan sehubungan dengan perbedaan ragam lisan dan tulisan, antara lain:
  • Berhubungan dengan suasana peristiwanya. Kalimat dalam ragam tulisan harus lebih cermat, fungsi-fungsi gramatikal harus nyata.
  • Berkaitan dengan beberapa upaya yang digunakan dalam ujaran, misalnya tinggi rendah dan panjang pendeknya suara serta irama kalimat yang sulit dilambangkan denngan ejaan dan tata tulis yang kita miliki.
Ragam bahasa berdasarkan situasi
Berdasarkan situasi pemakaianya, bahasa dapat dibagi menjadi : ragam formal, ragam semiformal, ragam nonformal

Ragam formal digunakan dalam situasi resmi. Ragam formal atau ragam baku yaitu ragam yang mengikuti kaidah atau aturan kebahasaan. Bahasa baku tidak dapat digunakan untuk segala keperluan, tetapi hanya untuk : komunikasi resmi, wacana teknis, pembicaraan di depan khalayak ramai dan pembicaraan dengan orang yang dihormati

Ragam semiformal memiliki keunikan tersendiri, karena berciri mengikuti kaidah dan aturan yang tetap. Tetapi hanya tidak secara konsisten dilakukan pada saat tujuan tertentu. Dalam hal ini sebagai contoh yaitu bahasa jurnalistik, dimana biasanya pembaca berita , membacakan beritanya tidak selalu dengan kata-kata yang baku , melainkan kadang ditengah-tengah kata-kata baku yang mereka ucapkan terselip kata-kata yang biasa kita gunakan untuk berbicara kepada seseorang dalam hal ini berbicara santai kepada lawan bicara kita dalam membahas topik yang tidak resmi.

Ragam nonformal tidak mutlak untuk menggunakan pemakaian kata baku. Atau dalam hal ini ragam nonformal berciri tidak sesuai kaidah atau aturan yang tetap. Contohnya seperti pada saat kita mengobrol santai dengan teman.

Kesimpulan
Ragam Bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara. Dalam konteks ini ragam bahasa meliputi bahasa lisan dan bahasa baku tulis. Pada ragam bahasa baku tulis diharapkan para penulis mampu menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar serta menggunakan Ejaan bahasa yang telah Disempurnakan (EYD), sedangkan untuk ragam bahasa lisan diharapkan para warga negara Indonesia mampu mengucapkan dan memakai bahasa Indonesia dengan baik serta bertutur kata sopan sebagaimana pedoman yang ada. 

Saran
Sebagai warga negara Indonesia, sudah seharusnya kita semua mempelajari ragam bahasa yang kita miliki, kemudian mempelajari dan mengambil hal-hal yang baik, yang dapat kita amalkan dan kita pakai untuk berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari.

Sumber :

Minggu, 29 September 2013

Essay Pribadi

Essay adalah karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya. Pengarang esai disebut esais. Esai sebagai satu bentuk karangan dapat bersifat informal dan formal.

Saya Randy Dharmawan. Saya lahir di Jakarta. Saya bertempat tinggal di daerah Perumahan Rawalumbu  Kota Bekasi. Saya dilahirkan dari keluarga yang bahagia dan sederhana. Saat saya sudah berumur 5 tahun saya mendaftarkan diri ke Taman Kanak-kanak (TK) untuk belajar dan bermain. Disana saya belajar selama 1 tahun dan dilanjutkan ke SDN Bojong Rawalumbu 13 Bekasi pada tahun 1999. Saya menimba ilmu di sekolah dasar tersebut selama 6 tahun dan lulus di tahun 2005 dengan hasil yang cukup memuaskan.

Setelah saya lulus dari Sekolah Dasar. Saya mencoba mengikuti test masuk ke SMPN 16 Bekasi dan setelah beberapa minggu kemudian pengumuman memutuskan bahwa saya tidak di terima di SMP tersebut dan pada akhirnya saya mendaftar ke sekolah swasta yaitu ke SMP Mutiara Baru di daerah Kota Bekasi. Disana saya mulai mendapatkan banyak teman baru dan memulai melakukan kegiatan belajar di sekolah tersebut. Setelah 7 bulan belajar di SMP Mutiara Baru. Saya mulai aktif dalam kegiatan ekstrakulikuler. Saya meminati ekstrakulikuler olahraga basket dan setelah berlatih selama 4 bulan pelatih mengadakan seleksi untuk menentukan tim inti basket SMP Mutiara Baru setelah beberapa hari kemudian pengumuman bahwa saya lolos seleksi. Di  ekstrakulikuler basket saya hanya bertahan selama 1.5 tahun dan saya memutuskan untuk berhenti karena ingin  fokus belajar dalam melakukan persiapan Ujian Nasional. Setelah saya belajar selama 3 tahun di SMP Mutiara Baru. Saya lulus dari SMP Mutiara Baru pada tahun 2008 dengan nilai yang cukup memuaskan.

Setelah saya lulus dari SMP. Saya  mencoba untuk mengikuti test masuk SMAN 3 Bekasi dan setelah beberapa minggu kemudian pengumuman  memutuskan bahwa saya lulus di SMAN 3 Bekasi. Saya waktu pertama kali masuk SMA Negeri sebenarnya sempat terkejut karena perbedaan yang dulunya belajar di sekolah swasta dan sekarang belajar di sekolah negeri itu terasa sekali. Jika dulu waktu SMP satu angkatan hanya ada 3 kelas dan teman-teman yang sedikit, ketika SMA tidak seperti itu lagi. Waktu SMA satu angkatan ada sekitar 9 kelas. Ketika saya masuk di SMAN 3 Bekasi. Saya masuk di kelas 10.5 dan di kelas tersebut saya belajar selama 1 tahun dan saya naik ke kelas 11. Dikelas 11 saya masuk ke kelas 11 IPA 3 dan dikelas tersebut saya belajar selama 1 tahun. Saya naik ke kelas 12 dan di kelas 12 saya masuk ke kelas 12 IPA 1 dengan teman-teman yang sama waktu kelas 11 IPA 3 dulu karena tidak ada pembagian kelas lagi. Kelas saya adalah kelas paling nakal diantara kelas IPA lain nya, walaupun nakal nya masih wajar-wajar saja. Disekolah saya bisa dibilang kelas tersebut milik murid-muridnya. Jadi kelas nya bisa di model-modelin apa saja selama masih dapat terlihat indah dan rapi. Dulu didalam kelas saya ada 1 papan karambol, 2 papan catur, 3 kartu remi walaupun tidak boleh main kartu tetapi kartu tersebut disembunyiin di dalam kelas. Setiap hari saya memainkan semua permainan tersebut.

Waktu masa SMA bisa dibilang lagi nakal-nakal nya,itu terjadi waktu saya di kelas 12. Saya kadang-kadang tidak mengikuti pelajaran di kelas walaupun masuk sekolah, sering main kartu kadang-kadang ketahuan sama guru BK. Walaupun saya sedikit nakal tetapi saya merasa belajar di SMAN 3 Bekasi sangat berkesan di dalam hidup saya, karena di sekolah tersebut mempunyai guru-guru yang sangat hebat dalam mengajar. Saya masih ingat sama beberapa guru yang sangat hebat dalam mengajar seperti ibu  Harna beliau mengajar Matematika dan beliau guru yang baik tidak pernah marah-marah di setiap waktu mengajar walaupun kadang-kadang sedikit dag-diug-dug kalau beliau sedang sesi tanya-jawab. Bapak rosadi beliau mengajar Biologi kalau setiap mengajar beliau tidak pernah membawa buku tetapi materi yang diajarkan nya sesuai dengan yang ada di buku. Bapak Dawari beliau mengajar Agama Islam beliau adalah guru yang paling lucu di sekolah dan masih banyak lagi guru-guru hebat yang ada di SMAN 3 Bekasi. Setelah saya belajar selama 3 tahun di SMAN 3 Bekasi. Saya lulus dari SMAN 3 Bekasi pada tahun 2011 dengan nilai yang cukup memuaskan.

Setelah saya lulus dari SMA. Saya mencoba mengikuti test masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Mulai dari test SNMPTN dan Ujian Mandiri di setiap Universitas saya mencoba untuk mengikuti test, tetapi dari semua test yang telah saya coba hasilnya tidak lulus mungkin itu semua karena saya terlalu memaksakan diri mengambil jurusan favorite di setiap Universitas Negeri. Setelah saya di nyatakan tidak lulus, saya langsung mengikuti test masuk Universitas Gunadarma. Saya di Universitas Gunadarma mengambil jurusan Sistem Informasi. Saya sekarang belajar di kelas 3KA31. Saya belajar di Universitas Gunadarma sudah memasuki semester ke 5 di tahun 2013 mudah-mudahan saya dapat lulus dengan nilai yang baik dengan tepat waktu yaitu di tahun 2015.

Sabtu, 18 Mei 2013

Analisa Mengenai Perilaku Konsumen pada Suatu Produk dan Bagaimana Konsumen Mendapatkan Kepuasan Maksimal pada Produk Tersebut


Konsumen adalah seorang manusia yang memakai sebuah produk dan jasa yang tesedia didalam masyarakat baik untuk kepentingan sendiri,keluarga atau orang lain dan tidak untuk diperdagangkan

Jadi Perilaku Konsumen adalah perilaku yang konsumen tunjukan untuk mencari,menukar dan menilai sebuah barang yang mereka anggap akan memuaskan kebutuhan konsumen.

Sikap seorang konsumen terhadap sebuah produk biasanya sebelum membeli suatu produk pasti konsumen akan mengambil beberapa keputusan seperti ini apakah produk tersebut mempunyai kualitas yang bagus, harganya mahal atau murah, mempunyai bentuk yang unik dan mempunyai manfaat untuk dirinya. Kualitas barang dari suatu produk dapat menetukan harga dari produk tersebut dan akan berpengaruh secara langsung kepada keputusan pembelian konsumen dan loyalitas mereka terhadap produk tersebut. Jika presepsi kualitas dari pelanggan menunjukan negatif maka produk tersebut tidak akan bertahan lama di pasaran dan jika presepsi kualitasnya positif berarti produk tersebut disukai oleh konsumen dan akan bertahan lama di pasaran.

Perilaku konsumen biasanya nih di pengaruhi oleh banyak kelompok-kelompok. Kelompok dimana konsumen itu berada yang akan mempengaruhi secara langsung untuk memilih produk yang akan di beli oleh konsumen tersebut. Keluarga juga memberikan pengaruh yang besar terhadap konsumen dalam melakukan pembelian produk. Keadaan keuangan juga akan mempengaruhi konsumen dalam melakukan pilihan produk.

Seiring berjalannya waktu produk yang ada semakin banyak dan semakin kreatif dan inovatif. Kebutuhan konsumen dalam melakukan aktifitas sehari-hari akan terpenuhi dengan produk –produk yang ada pada saat ini, namun dalam memilih suatu produk konsumen akan memiliki perilaku yang berbeda pada saat membeli produk yang mereka inginkan. Jadi disini saya akan memberi contoh produk minuman yang sering di konsumsi oleh konsumen hampir setiap harinya.

Pada saat ini produk minuman susu yang ada di indonesia sangat banyak sekali. Produk minuman susu berbagai merek dengan kualitas yang bagus dan model yang menarik akan menjadi pertimbangan konsumen. Dengan adanya variasi rasanya seperti rasa coklat, rasa strawberry, rasa melon, rasa alpukat, rasa mangga, dan lain-lain yang konsumen inginkan sesuai dengan selera mereka masing-masing. Dengan strategi yang dijalankan produsen minuman susu dapat menentukan segmentasi pasar, menetapkan target dan menetapkan keunggulan untuk bersaing dengan produsen minuman susu lainnya. Produsen akan memaksimalkan mutu yang bagus dan kualitas produk nya dan distribusi yang merata untuk bersaing dengan produk lainnya. Dalam memilih produk konsumen akan melihat terlebih dahulu bentuk kemasan produk minuman susu tersebut. Apakah akan menarik atau tidak. Minuman susu ini memiliki bentuk yang bagus dan ekonomis sehinnga konsumen bisa menentukan produk yang mereka inginkan

Kemasan minuman susu dibuat dari karton bantal aseptik yang rapih. Kemasan itu sendiri berguna untuk melindungi produk  yang ada di dalamnya.

Merek juga memegang peranan penting agar konsumen bisa mengetahui kualitas dari produk tersebut. perilaku konsumen dalam melakukan pembelian produk biasanya sangat terkait dengan kualitas, kepuasan dan kebanggaan dengan menggunakan merek tersebut. Konsumen akan merasa puas jika produk tersebut dapat mempertahankan harga dan kualitas dari produk yang diciptakan oleh produsen. Semakin produk tersebut banyak di beli oleh konsumen berarti itu semua menunjukan bahwa konsumen menyukai produk tersebut.

Apa Peran Komunikasi didalam Organisasi


Pengertian Komunikasi

Komunikasi adalah proses penyampaian pikiran oleh seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang-lambang yang bermakna bagi kedua pihak, dalam situasi yang tertentu komunikasi menggunakan media tertentu untuk merubah sikap atau tingkah laku seorang atau sejumlah orang sehingga ada efek tertentu yang diharapkan .

Apa peran komunikasi didalam organisasi 

Jadi komunikasi itu berfungsi untuk mengendalikan perilaku anggota-anggotanya di setiap organisasi pasti mempunyai wewenang dan sebuah panduan formal yang harus dipatuhi oleh setiap karyawannya. Komunikasi juga dapat membantu perkembangan motivasi dengan menjelaskan kepada karyawannya apa saja yang harus dilakukan dan bagaimana cara mereka bekerja dengan baik dan apa saja yang dapat mereka kerjakan untuk memperbaiki pekerjaannya jika kinerja nya di bawah standart. untuk  banyak karyawan kelompok kerja mereka merupakan sumber utama untuk berinteraksi sosial, komunikasi yang terjadi di dalam kelompok tersebut dapat menunjukan rasa puas dan kekecewaan mereka maka dari itu komunikasi dapat meluapkan sebuah uangkapan emosional dari perasaan dan pemenuhan kebutuhan sosial mereka.

Organisasi tidak akan berjalan secara efektif dan efesien misalnya kurangnya sebuah komunikasi antar karyawan, itu semua dapat menyebabkan antar karyawan dapat mengalami masalah di sebuah organisasi karena terjadinya miss comunication.

Komunikasi yang mengalir dari satu tingkat dalam suatu organisasi ke suatu tingkat yang lebih bawah itu semua kegunaan nya untuk memberikan penetapan tujuan, memberikan instruksi pekerjaan, menginformasikan kebijakan dan prosedur kepada bawahan nya bertujuan untuk menunjukan masalah mana saja yang memerlukan perhatian terhadap kinerja.

Komunikasi ke tingkat yang lebih tinggi dalam organisasi  digunakan untuk memberikan informasi kepada atasan nya dan untuk menginformasikan kepada mereka mengenai kemajuan ke arah tujuan dan meneruskan masalah-masalah yang ada.

Jadi menurut saya semakin banyak nya berkomunikasi tidak akan merugikan kita karena itu semua akan membuka sebuah wawasan kita yang sebelumnya tidak tahu akan menjadi tahu.
Di dalam organisasi komunikasi harus terus-menerus dilakukan terutama mulai dari atasan harus sering berkomunikasi dengan bawahannya dan meminta mereka untuk memberikan saran dan kritik sehingga kegiatan didalam organisasi dapat berjalan sesuai yang diharapkan.



Sabtu, 04 Mei 2013

Contoh Pasar Monopoli


PT. Perusahaan Listrik Negara Persero (PT. PLN) merupakan sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mempunyai kewajiban untuk menyediakan kebutuhan listrik  di Indonesia. Seharusnya sudah menjadi kewajiban bagi PT. PLN untuk memenuhi semua nya, namun pada kenyataannya masih banyak kasus dimana mereka merugikan masyarakt di Indonesia. Kasus ini menjadi  menarik karena disatu sisi kegiatan monopoli mereka yang dimaksud adalah untuk kepentingan mayoritas masyarakat dan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat sesuai UUD a945 pasal 33, namun disisi lain tindakan yang dilakukan oleh PT. PLN  justru belum atau bahkan tidak menunjukan kinerja yang baik  dalam pemenuhan kebutuhan listrik masyarakat.
Fungsi PT. PLN sebagai pembangkit, distribusi dan transmisi listrik mulai dipecah. Swasta diizinkan untuk berpartisipasi dalam upaya memenuhi pembangkit tenaga listrik  di Indonesia. Sementara untuk distirbusi dan transmisi tetap di tangani oleh PT. PLN. Saat ini telah ada 27 Independent Power Producer di Indonesia. Perusahan tersebut adalah Siemens, General Elektric, Enron Mitsubisi, Edison Mission Energi & Co dll.

Tetapi dalam menentukan harga listrik  yang harus dibayar masyarakat tetap ditentukan oleh PT. PLN sendri.   Krisis listrik di Indonesia telah memuncak pada saat PT. Perusahaan Listrik Negara (PT. PLN) memberlakukan pemadaman listrik secara bergilir di seluruh wilayah negara Indonesia termasuk juga di ibu kota Negara ini yaitu di Jakarta. Hal ini di perparah oleh pengalihan jam kerja industri ke hari sabtu dan minggu, sebulan sekali. Semua industri di Jawa-Bali wajib menaati dan sanksi akan diberlakukan jika ada industri yang melanggar nya. Dengan alasan klasik, PLN berdalih pemadaman dilakukan akibat defisit daya listrik yang semakin parah karena adanya gangguan pasokan batubara pembangkit utama di sistem kelistrikan Jawa-Bali,yaitu di Pembangkit Tanjung Jati,Paiton Unit 1 dan 2 serta Cilacap. Namun, disaat yang bersamaan terjadi juga pemasalahan serupa untuk pembangkit untuk pembangkit berbahan bakar minyak (BBM) PLTGU muara Tawar dan PLTGU Muara Karang.

Dikarenakan PT. PLN memonopoli kelistrikan nasional, kebutuhan listrik masyarakat sangat bergantung pada PT. PLN, akan tetapi mereka sendiri tidak mampu secara merata dan adil dalam memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di Indonesia. Hal ini ditunjukan dengan banyaknya daerah-daerah yang kebutuhan listrik nya belum terpenuhi dan juga sering terjadi Pemadaman listrik secara sepihak sebagaimana conoth diatas. Kejadian ini menyebabkan kerugian yang tidak sedikit bagi masyarakat, dan investor menjadi tidak ingin untuk berinvestasi dalam upaya menangani krisis kelistrikan di negara Indonesia.