Sabtu, 19 Oktober 2013
Sabtu, 12 Oktober 2013
EYD DAN TANDA BACA
Sekarang
gw (saya) udah(sudah) semester 6, gak (tidak) berasa (terasa) juga sih padahal kayak (seperti) baru kemarin masuk dunia perkuliahan. Ketika
semester 6 mulai pikiran udah
(sudah) mulai bekerja kira-kira Penulisan Ilmiah (PI) apa yah (saja) yang nanti mau gw (saya) tulis. Mungkin itu menjadi
isi pikiran dari semua mahasiswa Gunadarma yang seangkatan (diangkatan) sama gw(saya)
akhirnya ruang PI di perpustakaan J1 Kalimalang menjadi petunjuk bagus soalnya
hampir semua PI(Penulisan Ilmiah) mahasiswa Kalimalang ada di sana. Buat masuk
ruang PI ada jamnya ternyata, tiap(setiap)
mahasiswa mesti(wajib) membawa KTM
dan hanya dijatahin 1 jam aja(saja)
setiap hari. Sebenarnya sih kurang
banget waktu 1 jam(waktu yang diberikan hanya 1 jam saja), tapi mesti(harus) gw(saya) manfaatin(manfaatkan)
sebaik mungkin. Untuk jamnya biasanya sih gw(saya)
masuk sesi 1 yang jam 09.30 – 10.30 soalnya ruang PI belum terlalu ramai, jadi
bisa konsen(berpikir) buat(untuk) baca-baca(membaca) PI kakak kelas.
2
Minggu setelah masuk kuliah semester 6 baru deh pembagian Dosen Pembimbing (DP)
untuk tiap(setiap) kelasnya, kalau
kelas gw(saya) kebetulan Cuma(hanya) kebagian 2 DP aja(saja) yaitu Bu(Ibu) Early dan Bu(Ibu)Eva.
Jadi kira-kira 1 DP menangani 20 mahasiswa, kebetulan kelas gw(saya) jumlahnya semua ada 40
mahasiswa. Waktu pertemuan bimbingan atau konsul Cuma(hanya) dijatahin(diberikan
waktu) 2 jam mata kuliah setiap minggunya. Setelah pembagian DP ternyata gw(saya) dapet(dapat) DP Bu(Ibu)
Early yang kebetulan pernah mengajar kelas gw
(saya) semester 5 kemarin, jadi udah(sudah)
kenal.
Seminggu
sebelum jadwal konsul dimulai gw(saya)
udah(sudah) mempertimbangkan
beberapa judul yang kira-kira gw(saya)
minat dan menarik buat (untuk) ditulis.
Berdasarkan nasehat dari Bu(Ibu)
Erny yaitu dosen Riset Akuntansi, PI yang kita tulis harus yang benar-benar
kita sukai dan minat buat (untuk) ditulis
karena akan mudah bagi kita untuk memulainya. Benar-benar nasehat yang
membangun. makasih ya Bu!!(Terima kasih Ibu)
Akhirnya
gw(saya) memutuskan untuk menulis
“Analisis Sumber dan Penggunaan Modal Kerja”, karena selain pernah dapet(dapat) materi ini waktu
semester-semester kemarin juga dapet(dapat)
materi ini waktu praktikum. Jadi udah(sudah)
lumayan(sedikit) paham tentang
materi ini. Awalnya gw(saya) pengen(ingin) objek penelitiannya pada
koperasi, karena gw(saya) udah(sudah) nemuin(menemukan) banyak buku mengenai koperasi, tapi karena data
koperasi gak(tidak) bisa kita
dapetin lewat internet tapi(tetapi)
harus minta dan survey ke koperasi akhirnya gw(saya) mutusin(memutuskan)
buat(untuk) ambil(membuat) objek penelitian pada perusahaan yang go
public aja(saja). Selain bisa dapet(dapat) Laporan Keuangan lewat(melalui) internet juga bisa menghemat waktu, uang dan tenaga
juga.
Minggu
pertama konsul Bu Early memberikan arahan mengenai awal penulisan ilmiah dari
cara penulisan juga hal-hal lainnya seperti bagaimana cara membuat rumusan
masalah, objek penelitian itu seperti apa baiknya. Pokoknya banyak informasi
yang bakal kita dapet dari DP saat awal pertemuan.
Minggu
ke-2 konsul syukurlah bab 1 yang berisi Rumusan Masalah, Latar Belakang, Data
atau Variabel dll di ACC sama DP, gw(saya)
jadi semakin semangat buat(untuk) nyelesain(menyelesaikan) PI walapun
banyak tugas kuliah dan praktikum juga. Tapi(tetapi)
gw(saya) punya target bahwa PI harus
selesai semester ini, akan membuang waktu, tenaga dan uang juga kalau PI
ditunda dan harus disambung semester depan.
Lanjut
ke bab 2 yang berisi tinjauan pustaka dari buku-buku referensi yang gw(saya) dapet(dapat), inget banget
deh(ingat sekali) waktu mulai ngetik bab 2 itu pas(waktu) libur gw(saya)
bisa ngetik(mampu mengetik) seharian
penuh dari pagi jam 8 sampai magrib jam 6. Terus lanjut lagi jam 8 malem sampai
jam 11 malem. Badan selain pegel-pegel, kepala juga pusink(pusing) karena terlalu lama di depan komputer, tapi(tetapi) harus tetap semangat ngerjain(mengerjakan) PI!!!(Penulisan Ilmiah.)
Setelah bab 2 rampung (setelah
Bab 2 selesai) dan udah(sudah) dicek(diperikasa) dan direvisi lagi
karena terdapat beberapa penulisan yang kurang tepat seperti penulisan definisi
di mana harus memakai pengarang buku yang kita ambil kemudian tahun dan halaman
buku seperti “Munawir (2010;25)” bab 2 akhirnya selesai juga dan bisa lanjut lagi
ke bab 3. Fighting…Fighting!!!
Bab 3
mengenai metodologi penelitian di mana gw(saya)
menceritakan tentang profile perusahaan, dari sejarah berdirinya, struktur
organisasi, nilai budaya perusahaan, pokoknya banyak yang bisa kita tulis
berdasarkan informasi yang kita dapet dari web perusahaan yang menjadi objek
penelitian kita. Buat bab 3 setelah di cek(periksa)
sama DP ternyata gak ada(tidak ada)
kesalahan sama sekali, syukurlah jadi bisa lanjut ke bab 4.
Nah inilah(Disini
puncaknya dari gw(saya) ngerjain(mengerjakan) PI di mana gw(saya) harus mengolah data yang cukup
banyak dari Laporan Neraca dan Laporan Laba Rugi selama 3 periode. Awalnya
terdapat hambatan kecil di mana nominal laporan keuangan dari objek penelitian gw(saya) itu sampai triliyun. Oh My God…!!(ya allah,) pakai
kalkulator 12 digit aja gak(saja
tidak) cukup, akhirnya gw(saya) putusin buat(memutuskan untuk) pakai (memakai) kalkulator di komputer.
Syukurlah bisa dan akhirnya dalam waktu 2 minggu penyelesaian bab 4 udah(sudah) beres(selesai).
Semangat
saling memotivasi, membantu dan mendukung sesama teman sekelas 3EB13, membuat gw(saya) semakin semangat buat ngrjain(untuk mengerjakan) PI. Bab
4 udah rampung (sudah selesai) akhirnya
lanjut ke bab 5 di mana membuat kesimpulan dan saran, untuk kesimpulan bisa
kita ambil dari jawaban atas rumusan masalah yang udah kita buat di bab 1. Juga
buat kesimpulan itu gak(tidak) boleh
terlalu banyak dan bertele-tele (membuang
waktu), cukup yang ringkas aja(saja)
kata DP.
Setelah
menuju akhir-akhir waktu konsul buat mahasiswa, di mana itu terdapat 8x
pertemuan buat konsul sama DP. setelah semua rampung akhirnya gw(saya) tinggal buat kata pengantar,
cover, daftar isi, lampiran, lembar pengesahan, lembar originalitas dll. Di
minggu kemarin syukurlah akhirnya gw(saya)
dapet(dapat) SK dari DP buat
persetujuan sidang. Walaupun masih ada beberapa hal yang harus direvisi setelah
dikroscek(diperiksa) lagi dari bab 1
sama DP, tapi gw(tetapi saya) seneng(senang) akhirnya perjuangan gw udah(saya sudah) mulai keliatan
hasilnya. Temen-temen sekelas juga banyak yang dapet juga kemarin(dapat kemaren). Walapun masih ada beberapa yang belum dapet(tidak dapat) SK tapi kalian(tetapi mereka) harus tetap semangat yang teman!!!!(harus tetap semangat.)
Akhirnya
bisa sedikit lega(tenang) di mana gw(saya) tinggal mempersiapkan diri
sebaik mungkin untuk mengikuti sidang, mudah-mudahan semua lancar tanpa
hambatan berarti dan mendapat hasil yang memuaskan untuk Penulisan Ilmiah ini.
Sabtu, 05 Oktober 2013
Ragam Bahasa
Ragam bahasa adalah variasi bahasa atau tuntutan
pemakaian yang berbeda-beda menurut tempat, topik, penutur, sarana/ medium
pembicaraan, dan sebagainya. Adanya ragam bahasa Indonesia disebabkan oleh
perkembangan masyarakat (konteks sosial).
Ragam Bahasa Indonesia berdasarkan media
Di dalam
bahasa Indonesia disamping dikenal kosa kata baku Indonesia dikenal pula kosa
kata bahasa Indonesia ragam baku, yang sering disebut sebagai kosa kata baku
bahasa Indonesia baku. Kosa kata baku bahasa Indonesia, memiliki ciri kaidah
bahasa Indonesia ragam baku, yang dijadikan tolak ukur yang ditetapkan
berdasarkan kesepakatan penutur bahasa Indonesia, bukan otoritas lembaga atau
instansi didalam menggunakan bahasa Indonesia ragam baku. Jadi, kosa kata itu
digunakan di dalam ragam baku bukan ragam santai atau ragam akrab. Walaupun
demikian, tidak menutup kemungkinan digunakannya kosa kata ragam baku di dalam
pemakian ragam-ragam yang lain asal tidak mengganggu makna dan rasa bahasa
ragam yang bersangkutan.
Suatu ragam
bahasa, terutama ragam bahasa jurnalistik dan hukum, tidak menutup kemungkinan
untuk menggunakan bentuk kosakata ragam bahasa baku agar dapat menjadi panutan
bagi masyarakat pengguna bahasa Indonesia. Perlu diperhatikan ialah kaidah
tentang norma yang berlaku yang berkaitan dengan latar belakang pembicaraan
(situasi pembicaraan), pelaku bicara. Ragam bahasa Indonesia berdasarkan media dibagi menjadi dua
yaitu :
a) Ragam bahasa lisan
Adalah ragam bahasa yang diungkapkan melalui media
lisan, terkait oleh ruang dan waktu sehingga situasi pengungkapan dapat
membantu pemahaman. Ragam bahasa baku lisan didukung oleh situasi pemakaian.
Namun, hal itu tidak mengurangi ciri kebakuannya. Walaupun demikian, ketepatan
dalam pilihan kata dan bentuk kata serta kelengkapan unsur-unsur di dalam
kelengkapan unsur-unsur di dalam struktur kalimat tidak menjadi ciri kebakuan
dalam ragam baku lisan karena situasi dan kondisi pembicaraan menjadi pendukung
di dalam memahami makna gagasan yang disampaikan secara lisan. Pembicaraan
lisan dalam situasi formal berbeda tuntutan kaidah kebakuannya dengan
pembicaraan lisan dalam situasi tidak formal atau santai. Jika ragam bahasa
lisan dituliskan, ragam bahasa itu tidak dapat disebut sebagai ragam tulis,
tetapi tetap disebut sebagai ragam lisan, hanya saja diwujudkan dalam bentuk
tulis. Oleh karena itu, bahasa yang dilihat dari ciri-cirinya tidak menunjukkan
ciri-ciri ragam tulis, walaupun direalisasikan dalam bentuk tulis, ragam bahasa
serupa itu tidak dapat dikatakan sebagai ragam tulis.
Ciri-ciri ragam lisan :
- Memerlukan orang kedua/teman bicara;
- Tergantung situasi, kondisi, ruang & waktu;
- Hanya perlu intonasi serta bahasa tubuh.
- Berlangsung cepat;
- Sering dapat berlangsung tanpa alat bantu;
- Kesalahan dapat
langsung dikoreksi;
- Dapat dibantu dengan gerak tubuh dan mimik wajah serta intonasi.
Yang termasuk dalam ragam lisan diantaranya
pidato, ceramah, sambutan, berbincang-bincang,
dan masih banyak lagi. Semua itu sering digunakan
kebanyakan orang dalam kehidupan sehari
hari, terutama ngobrol atau berbincang-bincang, karena
tidak diikat oleh aturan-aturan atau cara
penyampaian seperti halnya pidato ataupun ceramah.
b) Ragam bahasa tulis
Ragam bahasa tulis adalah bahasa yang dihasilkan
dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya. Dalam
ragam tulis, kita berurusan dengan tata cara penulisan (ejaan) di samping aspek
tata bahasa dan kosa kata. Dengan kata lain dalam ragam bahasa tulis, kita
dituntut adanya kelengkapan unsur tata bahasa seperti bentuk kata ataupun
susunan kalimat, ketepatan pilihan kata, kebenaran penggunaan ejaan, dan
penggunaan tanda baca dalam mengungkapkan ide.
Contoh dari
ragam bahasa tulis adalah surat, karya ilmiah, surat kabar, dll. Dalam ragam
bahsa tulis perlu memperhatikan ejaan bahasa indonesia yang baik dan benar.
Terutama dalam pembuatan karya-karya ilmiah.
Ciri Ragam
Bahasa Tulis :
- Tidak memerlukan kehadiran orang lain.
- Tidak terikat ruang dan waktu
- Kosa kata yang digunakan dipilih secara cermat
- Pembentukan kata dilakukan secara sempurna,
- Kalimat dibentuk dengan struktur yang lengkap, dan
- Paragraf dikembangkan secara lengkap dan padu.
- Berlangsung lambat
- Memerlukan alat bantu
Variasi Bahasa dari Segi Penutur
a.Variasi
bahasa idiolek adalah variasi bahasa yang bersifat perorangan.
b.Variasi
bahasa dialek adalah variasi bahasa dari sekelompok penutur yang jumlahnya
relatif, yang berada pada suatu tempat, wilayah, atau area tertentu.
c. Variasi
bahasa kronolek atau dialek temporal adalah variasi bahasa yang digunakan oleh
sekelompok sosial pada masa tertentu.
d.Variasi
bahasa sosiolek adalah variasi bahasa yang berkenaan dengan status, golongan,
dan kelas sosial para penuturnya. Variasi bahasa ini menyangkut semua masalah
pribadi para penuturnya, seperti usia, pendidikan, jenis kelamin, pekerjaan,
tingkat kebangsawanan, keadaan sosial ekonomi, dan lain sebagainya.
- Variasi
bahasa berdasarkan usia yaitu variasi bahasa yang digunakan berdasarkan
tingkat usia.
- Variasi
bahasa berdasarkan pendidikan, yaitu variasi bahasa yang terkait dengan
tingkat pendidikan si pengguna bahasa.
- Variasi
bahasa berdasarkan jenis kelamin adalah variasi bahasa yang terkait dengan
jenis kelamin dalam hal ini pria atau wanita.
- Variasi
bahasa berdasarkan profesi, pekerjaan, atau tugas para penutur.
- Variasi
bahasa berdasarkan tingkat kebangsawanan adalah variasi yang terkait
dengan tingkat dan kedudukan penutur (kebangsawanan atau raja-raja) dalam
masyarakatnya.
- Variasi
bahasa berdasarkan tingkat ekonomi para penutur.
1) Akrolek adalah variasi sosial yang
dianggap lebih tinggi atau lebih bergengsi dari variasi sosial lainya;
2) Basilek adalah variasi sosial yang dianggap
kurang bergengsi atau bahkan dipandang rendah;
3) Vulgar adalah variasi sosial yang
ciri-cirinya tampak pada pemakai bahasa yang kurang terpelajar atau dari
kalangan yang tidak berpendidikan;
4) Slang adalah variasi sosial yang bersifat
khusus dan rahasia;
5) Kolokial adalah variasi bahasa yang digunakan
dalam percakapan sehari-hari yang cenderung menyingkat kata karena bukan
merupakan bahasa tulis;
6) Jargon adalah variasi sosial yang
digunakan secara terbatas oleh kelompok sosial tertentu;
7) Argot adalah variasi sosial yang
digunakan secara terbatas oleh profesi dan bersifat rahasia;
8) Ken adalah variasi sosial yang bernada
memelas, dibuat merengek-rengek penuh dengan kepura-puraan.
2. Variasi
Bahasa dari Segi Pemakaian
- Variasi
bahasa berkenaan dengan pemakaian atau fungsinya disebut fungsiolek atau
register adalah variasi bahasa yang menyangkut bahasa itu digunakan untuk
keperluan atau bidang apa.
- Variasi
bahasa dari segi pemakaian ini yang paling tanpak cirinya adalah dalam hal
kosakata.
3. Variasi
Bahasa dari Segi Keformalan
- Gaya
atau ragam beku adalah variasi bahasa yang paling formal, yang digunakan
pada situasi-situasi hikmat.
- Gaya
atau ragam resmi adalah variasi bahasa yang biasa digunakan pada pidato
kenegaraan, rapat dinas, surat-menyurat, dan lain sebagainya.
- Gaya
atau ragam usaha atau ragam konsultatif adalah variasi bahasa yang lazim
dalam pembicaraan yang berorientasi pada hasil atau produksi.
4. Variasi Bahasa
dari Segi Sarana
Ragam bahasa ini lazim dibagi atas ragam lisan dan
ragam tulisan. Ada dua hal yang perlu diperhatikan sehubungan dengan perbedaan
ragam lisan dan tulisan, antara lain:
- Berhubungan
dengan suasana peristiwanya. Kalimat dalam ragam tulisan harus lebih
cermat, fungsi-fungsi gramatikal harus nyata.
- Berkaitan
dengan beberapa upaya yang digunakan dalam ujaran, misalnya tinggi rendah
dan panjang pendeknya suara serta irama kalimat yang sulit dilambangkan
denngan ejaan dan tata tulis yang kita miliki.
Ragam bahasa berdasarkan situasi
Berdasarkan situasi pemakaianya, bahasa dapat dibagi
menjadi : ragam formal, ragam semiformal, ragam nonformal
Ragam formal digunakan dalam situasi resmi. Ragam
formal atau ragam baku yaitu ragam yang mengikuti kaidah atau aturan
kebahasaan. Bahasa baku tidak dapat digunakan untuk segala keperluan, tetapi
hanya untuk : komunikasi resmi, wacana teknis, pembicaraan di depan khalayak
ramai dan pembicaraan dengan orang yang dihormati
Ragam semiformal memiliki keunikan tersendiri, karena
berciri mengikuti kaidah dan aturan yang tetap. Tetapi hanya tidak secara
konsisten dilakukan pada saat tujuan tertentu. Dalam hal ini sebagai contoh
yaitu bahasa jurnalistik, dimana biasanya pembaca berita , membacakan beritanya
tidak selalu dengan kata-kata yang baku , melainkan kadang ditengah-tengah
kata-kata baku yang mereka ucapkan terselip kata-kata yang biasa kita gunakan
untuk berbicara kepada seseorang dalam hal ini berbicara santai kepada lawan
bicara kita dalam membahas topik yang tidak resmi.
Ragam nonformal tidak mutlak untuk menggunakan
pemakaian kata baku. Atau dalam hal ini ragam nonformal berciri tidak sesuai
kaidah atau aturan yang tetap. Contohnya seperti pada saat kita mengobrol
santai dengan teman.
Kesimpulan
Ragam Bahasa adalah
variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang
dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan,
serta menurut medium pembicara. Dalam konteks ini ragam bahasa meliputi bahasa
lisan dan bahasa baku tulis. Pada ragam bahasa baku tulis diharapkan para
penulis mampu menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar serta
menggunakan Ejaan bahasa yang telah Disempurnakan (EYD), sedangkan untuk ragam
bahasa lisan diharapkan para warga negara Indonesia mampu mengucapkan dan
memakai bahasa Indonesia dengan baik serta bertutur kata sopan sebagaimana
pedoman yang ada.
Saran
Sebagai warga negara Indonesia, sudah seharusnya kita
semua mempelajari ragam bahasa yang kita miliki, kemudian mempelajari dan
mengambil hal-hal yang baik, yang dapat kita amalkan dan kita pakai untuk
berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari.
Sumber :
Minggu, 29 September 2013
Essay Pribadi
Essay adalah karangan prosa yang
membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi
penulisnya. Pengarang esai disebut esais. Esai sebagai satu bentuk karangan
dapat bersifat informal dan formal.
Saya Randy Dharmawan. Saya lahir di Jakarta. Saya bertempat tinggal di daerah Perumahan Rawalumbu Kota Bekasi. Saya dilahirkan dari keluarga yang bahagia dan sederhana. Saat saya sudah berumur 5 tahun saya mendaftarkan diri ke Taman Kanak-kanak (TK) untuk belajar dan bermain. Disana saya belajar selama 1 tahun dan dilanjutkan ke SDN Bojong Rawalumbu 13 Bekasi pada tahun 1999. Saya menimba ilmu di sekolah dasar tersebut selama 6 tahun dan lulus di tahun 2005 dengan hasil yang cukup memuaskan.
Saya Randy Dharmawan. Saya lahir di Jakarta. Saya bertempat tinggal di daerah Perumahan Rawalumbu Kota Bekasi. Saya dilahirkan dari keluarga yang bahagia dan sederhana. Saat saya sudah berumur 5 tahun saya mendaftarkan diri ke Taman Kanak-kanak (TK) untuk belajar dan bermain. Disana saya belajar selama 1 tahun dan dilanjutkan ke SDN Bojong Rawalumbu 13 Bekasi pada tahun 1999. Saya menimba ilmu di sekolah dasar tersebut selama 6 tahun dan lulus di tahun 2005 dengan hasil yang cukup memuaskan.
Setelah saya lulus dari Sekolah Dasar. Saya mencoba
mengikuti test masuk ke SMPN 16 Bekasi dan setelah beberapa minggu kemudian
pengumuman memutuskan bahwa saya tidak di terima di SMP tersebut dan pada
akhirnya saya mendaftar ke sekolah swasta yaitu ke SMP Mutiara Baru di daerah
Kota Bekasi. Disana saya mulai mendapatkan banyak teman baru dan memulai
melakukan kegiatan belajar di sekolah tersebut. Setelah 7 bulan belajar di SMP
Mutiara Baru. Saya mulai aktif dalam kegiatan ekstrakulikuler. Saya meminati ekstrakulikuler
olahraga basket dan setelah berlatih selama 4 bulan pelatih mengadakan seleksi
untuk menentukan tim inti basket SMP Mutiara Baru setelah beberapa hari
kemudian pengumuman bahwa saya lolos seleksi. Di ekstrakulikuler
basket saya hanya bertahan selama 1.5 tahun dan saya memutuskan untuk berhenti
karena ingin fokus belajar dalam melakukan persiapan Ujian Nasional.
Setelah saya belajar selama 3 tahun di SMP Mutiara Baru. Saya lulus dari SMP
Mutiara Baru pada tahun 2008 dengan nilai yang cukup memuaskan.
Setelah saya lulus dari SMP. Saya mencoba
untuk mengikuti test masuk SMAN 3 Bekasi dan setelah beberapa minggu kemudian
pengumuman memutuskan bahwa saya lulus di SMAN 3 Bekasi. Saya waktu
pertama kali masuk SMA Negeri sebenarnya sempat terkejut karena perbedaan yang
dulunya belajar di sekolah swasta dan sekarang belajar di sekolah negeri itu
terasa sekali. Jika dulu waktu SMP satu angkatan hanya ada 3 kelas dan
teman-teman yang sedikit, ketika SMA tidak seperti itu lagi. Waktu SMA satu
angkatan ada sekitar 9 kelas. Ketika saya masuk di SMAN 3 Bekasi. Saya masuk di
kelas 10.5 dan di kelas tersebut saya belajar selama 1 tahun dan saya naik ke
kelas 11. Dikelas 11 saya masuk ke kelas 11 IPA 3 dan dikelas tersebut saya
belajar selama 1 tahun. Saya naik ke kelas 12 dan di kelas 12 saya masuk ke
kelas 12 IPA 1 dengan teman-teman yang sama waktu kelas 11 IPA 3 dulu karena
tidak ada pembagian kelas lagi. Kelas saya adalah kelas paling nakal diantara
kelas IPA lain nya, walaupun nakal nya masih wajar-wajar saja. Disekolah saya
bisa dibilang kelas tersebut milik murid-muridnya. Jadi kelas nya bisa di
model-modelin apa saja selama masih dapat terlihat indah dan rapi. Dulu didalam
kelas saya ada 1 papan karambol, 2 papan catur, 3 kartu remi walaupun tidak boleh
main kartu tetapi kartu tersebut disembunyiin di dalam kelas. Setiap hari saya
memainkan semua permainan tersebut.
Waktu masa SMA bisa dibilang lagi nakal-nakal nya,itu
terjadi waktu saya di kelas 12. Saya kadang-kadang tidak mengikuti pelajaran di
kelas walaupun masuk sekolah, sering main kartu kadang-kadang ketahuan sama
guru BK. Walaupun saya sedikit nakal tetapi saya merasa belajar di SMAN 3
Bekasi sangat berkesan di dalam hidup saya, karena di sekolah tersebut
mempunyai guru-guru yang sangat hebat dalam mengajar. Saya masih ingat sama
beberapa guru yang sangat hebat dalam mengajar seperti ibu Harna
beliau mengajar Matematika dan beliau guru yang baik tidak pernah marah-marah
di setiap waktu mengajar walaupun kadang-kadang sedikit dag-diug-dug kalau
beliau sedang sesi tanya-jawab. Bapak rosadi beliau mengajar Biologi kalau
setiap mengajar beliau tidak pernah membawa buku tetapi materi yang diajarkan
nya sesuai dengan yang ada di buku. Bapak Dawari beliau mengajar Agama Islam
beliau adalah guru yang paling lucu di sekolah dan masih banyak lagi guru-guru
hebat yang ada di SMAN 3 Bekasi. Setelah saya belajar selama 3 tahun di SMAN 3
Bekasi. Saya lulus dari SMAN 3 Bekasi pada tahun 2011 dengan nilai yang cukup
memuaskan.
Setelah saya lulus dari SMA. Saya mencoba mengikuti
test masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Mulai dari test SNMPTN dan Ujian
Mandiri di setiap Universitas saya mencoba untuk mengikuti test, tetapi dari
semua test yang telah saya coba hasilnya tidak lulus mungkin itu semua karena
saya terlalu memaksakan diri mengambil jurusan favorite di setiap Universitas
Negeri. Setelah saya di nyatakan tidak lulus, saya langsung mengikuti test
masuk Universitas Gunadarma. Saya di Universitas Gunadarma mengambil jurusan
Sistem Informasi. Saya sekarang belajar di kelas 3KA31. Saya belajar di
Universitas Gunadarma sudah memasuki semester ke 5 di tahun 2013 mudah-mudahan
saya dapat lulus dengan nilai yang baik dengan tepat waktu yaitu di tahun 2015.
Sabtu, 18 Mei 2013
Analisa Mengenai Perilaku Konsumen pada Suatu Produk dan Bagaimana Konsumen Mendapatkan Kepuasan Maksimal pada Produk Tersebut
Konsumen adalah seorang manusia yang memakai sebuah produk dan jasa yang tesedia didalam masyarakat baik untuk kepentingan sendiri,keluarga atau orang lain dan tidak untuk diperdagangkan
Jadi Perilaku Konsumen adalah perilaku yang konsumen tunjukan untuk mencari,menukar dan menilai sebuah barang yang mereka anggap akan memuaskan kebutuhan konsumen.
Sikap seorang konsumen terhadap sebuah produk biasanya sebelum membeli suatu produk pasti konsumen akan mengambil beberapa keputusan seperti ini apakah produk tersebut mempunyai kualitas yang bagus, harganya mahal atau murah, mempunyai bentuk yang unik dan mempunyai manfaat untuk dirinya. Kualitas barang dari suatu produk dapat menetukan harga dari produk tersebut dan akan berpengaruh secara langsung kepada keputusan pembelian konsumen dan loyalitas mereka terhadap produk tersebut. Jika presepsi kualitas dari pelanggan menunjukan negatif maka produk tersebut tidak akan bertahan lama di pasaran dan jika presepsi kualitasnya positif berarti produk tersebut disukai oleh konsumen dan akan bertahan lama di pasaran.
Perilaku konsumen biasanya nih di pengaruhi oleh banyak kelompok-kelompok. Kelompok dimana konsumen itu berada yang akan mempengaruhi secara langsung untuk memilih produk yang akan di beli oleh konsumen tersebut. Keluarga juga memberikan pengaruh yang besar terhadap konsumen dalam melakukan pembelian produk. Keadaan keuangan juga akan mempengaruhi konsumen dalam melakukan pilihan produk.
Seiring berjalannya waktu produk yang ada semakin banyak dan semakin kreatif dan inovatif. Kebutuhan konsumen dalam melakukan aktifitas sehari-hari akan terpenuhi dengan produk –produk yang ada pada saat ini, namun dalam memilih suatu produk konsumen akan memiliki perilaku yang berbeda pada saat membeli produk yang mereka inginkan. Jadi disini saya akan memberi contoh produk minuman yang sering di konsumsi oleh konsumen hampir setiap harinya.
Pada saat ini produk minuman susu yang ada di indonesia sangat banyak sekali. Produk minuman susu berbagai merek dengan kualitas yang bagus dan model yang menarik akan menjadi pertimbangan konsumen. Dengan adanya variasi rasanya seperti rasa coklat, rasa strawberry, rasa melon, rasa alpukat, rasa mangga, dan lain-lain yang konsumen inginkan sesuai dengan selera mereka masing-masing. Dengan strategi yang dijalankan produsen minuman susu dapat menentukan segmentasi pasar, menetapkan target dan menetapkan keunggulan untuk bersaing dengan produsen minuman susu lainnya. Produsen akan memaksimalkan mutu yang bagus dan kualitas produk nya dan distribusi yang merata untuk bersaing dengan produk lainnya. Dalam memilih produk konsumen akan melihat terlebih dahulu bentuk kemasan produk minuman susu tersebut. Apakah akan menarik atau tidak. Minuman susu ini memiliki bentuk yang bagus dan ekonomis sehinnga konsumen bisa menentukan produk yang mereka inginkan
Kemasan minuman susu dibuat dari karton bantal aseptik yang rapih. Kemasan itu sendiri berguna untuk melindungi produk yang ada di dalamnya.
Merek juga memegang peranan penting agar konsumen bisa mengetahui kualitas dari produk tersebut. perilaku konsumen dalam melakukan pembelian produk biasanya sangat terkait dengan kualitas, kepuasan dan kebanggaan dengan menggunakan merek tersebut. Konsumen akan merasa puas jika produk tersebut dapat mempertahankan harga dan kualitas dari produk yang diciptakan oleh produsen. Semakin produk tersebut banyak di beli oleh konsumen berarti itu semua menunjukan bahwa konsumen menyukai produk tersebut.
Apa Peran Komunikasi didalam Organisasi
Pengertian Komunikasi
Komunikasi adalah proses penyampaian pikiran oleh seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang-lambang yang bermakna bagi kedua pihak, dalam situasi yang tertentu komunikasi menggunakan media tertentu untuk merubah sikap atau tingkah laku seorang atau sejumlah orang sehingga ada efek tertentu yang diharapkan .
Apa peran komunikasi didalam organisasi
Jadi komunikasi itu berfungsi untuk mengendalikan perilaku anggota-anggotanya di setiap organisasi pasti mempunyai wewenang dan sebuah panduan formal yang harus dipatuhi oleh setiap karyawannya. Komunikasi juga dapat membantu perkembangan motivasi dengan menjelaskan kepada karyawannya apa saja yang harus dilakukan dan bagaimana cara mereka bekerja dengan baik dan apa saja yang dapat mereka kerjakan untuk memperbaiki pekerjaannya jika kinerja nya di bawah standart. untuk banyak karyawan kelompok kerja mereka merupakan sumber utama untuk berinteraksi sosial, komunikasi yang terjadi di dalam kelompok tersebut dapat menunjukan rasa puas dan kekecewaan mereka maka dari itu komunikasi dapat meluapkan sebuah uangkapan emosional dari perasaan dan pemenuhan kebutuhan sosial mereka.
Organisasi tidak akan berjalan secara efektif dan efesien misalnya kurangnya sebuah komunikasi antar karyawan, itu semua dapat menyebabkan antar karyawan dapat mengalami masalah di sebuah organisasi karena terjadinya miss comunication.
Komunikasi yang mengalir dari satu tingkat dalam suatu organisasi ke suatu tingkat yang lebih bawah itu semua kegunaan nya untuk memberikan penetapan tujuan, memberikan instruksi pekerjaan, menginformasikan kebijakan dan prosedur kepada bawahan nya bertujuan untuk menunjukan masalah mana saja yang memerlukan perhatian terhadap kinerja.
Komunikasi ke tingkat yang lebih tinggi dalam organisasi digunakan untuk memberikan informasi kepada atasan nya dan untuk menginformasikan kepada mereka mengenai kemajuan ke arah tujuan dan meneruskan masalah-masalah yang ada.
Jadi menurut saya semakin banyak nya berkomunikasi tidak akan merugikan kita karena itu semua akan membuka sebuah wawasan kita yang sebelumnya tidak tahu akan menjadi tahu.
Di dalam organisasi komunikasi harus terus-menerus dilakukan terutama mulai dari atasan harus sering berkomunikasi dengan bawahannya dan meminta mereka untuk memberikan saran dan kritik sehingga kegiatan didalam organisasi dapat berjalan sesuai yang diharapkan.
Sabtu, 04 Mei 2013
Contoh Pasar Monopoli
PT. Perusahaan Listrik Negara Persero (PT. PLN) merupakan sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mempunyai kewajiban untuk menyediakan kebutuhan listrik di Indonesia. Seharusnya sudah menjadi kewajiban bagi PT. PLN untuk memenuhi semua nya, namun pada kenyataannya masih banyak kasus dimana mereka merugikan masyarakt di Indonesia. Kasus ini menjadi menarik karena disatu sisi kegiatan monopoli mereka yang dimaksud adalah untuk kepentingan mayoritas masyarakat dan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat sesuai UUD a945 pasal 33, namun disisi lain tindakan yang dilakukan oleh PT. PLN justru belum atau bahkan tidak menunjukan kinerja yang baik dalam pemenuhan kebutuhan listrik masyarakat.
Fungsi PT. PLN sebagai pembangkit, distribusi dan transmisi listrik mulai dipecah. Swasta diizinkan untuk berpartisipasi dalam upaya memenuhi pembangkit tenaga listrik di Indonesia. Sementara untuk distirbusi dan transmisi tetap di tangani oleh PT. PLN. Saat ini telah ada 27 Independent Power Producer di Indonesia. Perusahan tersebut adalah Siemens, General Elektric, Enron Mitsubisi, Edison Mission Energi & Co dll.
Tetapi dalam menentukan harga listrik yang harus dibayar masyarakat tetap ditentukan oleh PT. PLN sendri. Krisis listrik di Indonesia telah memuncak pada saat PT. Perusahaan Listrik Negara (PT. PLN) memberlakukan pemadaman listrik secara bergilir di seluruh wilayah negara Indonesia termasuk juga di ibu kota Negara ini yaitu di Jakarta. Hal ini di perparah oleh pengalihan jam kerja industri ke hari sabtu dan minggu, sebulan sekali. Semua industri di Jawa-Bali wajib menaati dan sanksi akan diberlakukan jika ada industri yang melanggar nya. Dengan alasan klasik, PLN berdalih pemadaman dilakukan akibat defisit daya listrik yang semakin parah karena adanya gangguan pasokan batubara pembangkit utama di sistem kelistrikan Jawa-Bali,yaitu di Pembangkit Tanjung Jati,Paiton Unit 1 dan 2 serta Cilacap. Namun, disaat yang bersamaan terjadi juga pemasalahan serupa untuk pembangkit untuk pembangkit berbahan bakar minyak (BBM) PLTGU muara Tawar dan PLTGU Muara Karang.
Dikarenakan PT. PLN memonopoli kelistrikan nasional, kebutuhan listrik masyarakat sangat bergantung pada PT. PLN, akan tetapi mereka sendiri tidak mampu secara merata dan adil dalam memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di Indonesia. Hal ini ditunjukan dengan banyaknya daerah-daerah yang kebutuhan listrik nya belum terpenuhi dan juga sering terjadi Pemadaman listrik secara sepihak sebagaimana conoth diatas. Kejadian ini menyebabkan kerugian yang tidak sedikit bagi masyarakat, dan investor menjadi tidak ingin untuk berinvestasi dalam upaya menangani krisis kelistrikan di negara Indonesia.
Langganan:
Postingan (Atom)